Thursday, May 19, 2011

Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesedaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesedaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan..

Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesedaran bahawa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi (diamanahkan), kita diberi bekal oleh Allah untuk mengayakan nilai guna kurniaNya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit untuk ditepis.


*petikan dr mn xigt dh. just wanna sharing one of the best thought from that article. 

1 comment:

szwan bakr said...

"Mencintai seseorg itu adalah hak kita, namun memiliki seseorg yg kita cintai, itu bukan hak kita.. jgn pernah takut melepaskn sesuatu atau kehilangan ssuatu yg BUKAN menjdi hak kita, jgn kau tangisi apa yg bkn milikmu…
dia pasti mnjadi milikmu, andainya Allah menjdikan ia utk kau miliki, atau Allah akan menggnti dgn yg jauh lebih baik dari yg sekrg kita cintai…" -Ustaz Mohd Asri Md Rejab- via facebook